Kamis, 22 Maret 2012

Manusia dan Kebudayaan


Manusia dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), dsb.

1.     Manusia itu terdiri dari empat unsure yang saling terkait, yaitu :
a.       Jasad; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
b.      Hayat; yaitu mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak
c.     Ruh; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersift konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
d.      Nafs; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentan diri sendiri.

2.     Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
a.     Id, merupakan libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious). Terkurung dari realitas dan pengaruh sosial, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
b.      Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c.       Superego, merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.

Kepribadian Bangsa Timur
Kepribadian bangsa timur adalah suatu hal yang dicerminkan masyarakat melalui sikap, perilaku, maupun kebiasaan. Tetapi juga tetap memegang peraturan agar tidak menyimpang dari norma yang dianut masyarakat setempat.Perilaku tersebut juga menjadi suatu kekhasan dan pola pikir dan kebiasaan yang diterapkan di daerah Timur. Kebudayaan Timur  memahami kesadaran dan pembinaan melalui berbagai macam cara, antara lain melalui pendidikan formal maupun informal. Contoh yang melalui informal adalah sekolah,di sekolah mengajarkan tentang kepribadian yang baik, sedangkan melalui informal adalah keluarga, di dalam keluarga semua proses kepribadian dilakukan.
Kepribadian bangsa Timur yang lainnya misalnya pada dalam berpakaian,bangsa timur cenderung memakai pakaian yang tertutup,karena bangsa timur memiliki rasa malu yang sangat tinggi, dan masih menjunjung tinggi adat istiadat leluhurnya. Contoh yang lainnya misalnya pada hal makan orang Indonesia,biasanya dilakukan bersama keluarga inti dan didahulukan oleh yang tertua misalnya ayah baru kemudian disusul oleh ibu lalu anak-anaknya. Kepribadian yang sudah melekat di dalam diri kita harus ditingkatkan agar dapat membentuk jiwa yang optimal.
Di bangsa timur lainnya sepert di Jepang, masyarakat di Jepang selalu hormat terhadap kaisar jepang dengan cara membungkukkan badan sebagai tanda hormat. Itulah sebagian contoh dari kepribadian bangsa timur, masih banyak kepribadian bangsa timur yang lainnya yang masa menganut pada adatnya masing-masing.
Secara umum ciri-ciri kepribadian bangsa timur adalah gemar melakukan hal-hal sosial, seperti gotong royong melakukan sesuatu pekerjaan,saling tolong menolong,saling menghargai, sopan santun, ramah dan lain lain. Dan kita sebagai salah satu yang memiliki kepribadian bangsa yang baik harusnya dapat meningkatkannya lagi.
Definisi Kebudayaan
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar