KEHIDUPAN
para petani Indonesia kini ibarat berada di ujung tanduk. Jika mereka berhenti
sebagai petani dan mencari pekerjaan lain yang tentu tidak mudah diperoleh,
kehidupan keluarganya pasti terancam. Jika meneruskan pekerjaan sebagai petani,
hasilnya tidak menguntungkan. Fakta juga menunjukkan bahwa sebagian besar
petani di Indonesia adalah petani penggarap. Sehingga makin sulit mengharapkan
memperoleh penghasilan seperti yang diinginkan. Apalagi pada musim hujan
seperti saat ini, ancaman banjir juga makin membuat para petani merugi. Hasil
panen menyusut atau malah tidak ada sama sekali karena diterjang ganasnya air.
Akibat penghasilan yang terus menurun menjadi Rp150.000 dan Rp200.000 per bulan, para petani mengancam akan melakukan pemberontakan. Terutama jika tidak ada kebijakan dari pemerintah yang bisa membuat kehidupan para petani kita lebih sejahtera.
Akibat penghasilan yang terus menurun menjadi Rp150.000 dan Rp200.000 per bulan, para petani mengancam akan melakukan pemberontakan. Terutama jika tidak ada kebijakan dari pemerintah yang bisa membuat kehidupan para petani kita lebih sejahtera.
Dewan
Pakar Wahana Masyarakat Tani dan Nelayan Indonesia (Wamti) Suprapto pada
Seminar Penguatan Strategi Ketahanan Pangan Nasional yang diselenggarakan oleh
CIDES di Jakarta, hari Senin (25/2) menyatakan para petani Indonesia jadi
miskin terus. Ia menilai kondisi yang diderita oleh para petani kita sudah
sangat memprihatinkan. Sebab penghasilan petani yang hanya Rp150.000 hingga Rp200.000/bulan
tak bisa dibuat apa-apa sekarang ini. Karena itu, ia menyatakan jika pemerintah
tak juga mengubah kebijakan, mereka berencana melakukan pemberontakan.
Ancaman
itu tentu merupakan puncak dari segala kekecewaan petani yang hidupnya makin
senin-kemis didera kemiskinan. Belum lagi harga-harga kebutuhan pokok yang dari
waktu ke waktu terus meningkat, ditambah lagi biaya pendidikan dan kesehatan
juga terus melambung. Ini juga merupakan ancaman bagi para petani.
Sikap nekad untuk melakukan pemberontakan tentu sangat mengerikan jika benar-benar terjadi. Bisa dibayangkan apa jadinya jika di Indonesia terjadi pemberontakan. Tentu yang jadi korban adalah rakyat kecil yang notabene di antaranya adalah para petani juga.
Sikap nekad untuk melakukan pemberontakan tentu sangat mengerikan jika benar-benar terjadi. Bisa dibayangkan apa jadinya jika di Indonesia terjadi pemberontakan. Tentu yang jadi korban adalah rakyat kecil yang notabene di antaranya adalah para petani juga.
Menghadapi
kenyataan itu, pemerintah dapat dipastikan sudah mendengar keluh kesah para
petani. Pemerintah juga dipastikan sudah berupaya untuk membantu para petani
agar kehidupan mereka tidak menderita, tapi karena persoalan yang dialami oleh
negara ini masih demikian rumit dan berat; maka uluran tangan bagi para petani
itu belum bisa dirasakan ada hasilnya. Karena itu alangkah baiknya jika ancaman
untuk melakukan pemberontakan itu dipendam. Sebab bisa dipastikan tidak ada
seorang petani Indonesia yang berpikiran jernih menginginkan pemberontakan itu
terjadi, kecuali ada yang memanas-manasi mereka.
Salah
satu cara untuk meredam pikiran nekad tersebut adalah dengan tawakal,
istiqomah, dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar semua permasalahan
bangsa Indonesia segera berakhir. Sebab, yang penting lagi adalah seluruh
komponen bangsa ini bersatu-padu agar bisa keluar dari belitan permasalahan dan
menyongsong kehidupan yang lebih baik lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar